Harga Tiket Masuk Rumah Cut Nyak Dien Aceh

Harga Tiket Masuk Rumah Cut Nyak Dien Aceh Terbaru 2019 – Siapa yang tak kenal cut nyak dien? Hampir semua warga Indonesia pasti mengenal perjuangan cut nyak dien sebagai salah satu pejuang perempuan pada zaman penjajahan di tanah sumatera, khususnya Aceh. Tidak salah jika cut nyak dien terkenal sebagai ikon pahlawan perempuan yang paling terkenal dari kota Aceh. Jika anda mendengar nama cut nyak dien, tentu anda akan langsung menyandingkannya dengan kota Aceh.

Tiket Masuk Rumah Cut Nyak Dien Aceh

Rumah Cut Nyak Dien

Peran dan perjuangan beliau pada jaman penjajahan sangat besar dan berpengaruh bagi masyarakat Aceh. Atas jasa-jasanya dalam kemerdekaan Indonesai, cut nyak dien kemudian dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Selain itu pemerintah khususnya provinsi aceh mendirikan bangunan museum rumah cut nyak dien untuk menghormati dan mengingat pengorbanan dan perjuangan cut nyak dien sebagai pahlawan pada zaman penjajahan belanda.

Rumah cut nyak dien berbentuk rumah panggung yang terbuat dari kayu dengan dinding luar berwarna hitam dengan aksen kuning. Rumah cut nyak dien berbentuk rumah panggung yang cukup tinggi sehingga anda harus menaiki tangga kayu sebelum masuk kedalam rumah. Pintu masuknya pun cukup pendek sehingga anda harus membungkuk agar kepala anda tidak terbentur. Seluruh dinding dalam rumah cut nyak dien dicat berwarna merah.

Bentuk rumah panggung cut nyak dien seperti bentuk rumah panggung adat aceh pada umumnya. Didalam rumah cut nyak dien terdapat tiga ruang utama, yaitu ruang di bagian depan untuk laki laki, ruang tengah dipergunakan sebagai ruang keluarga dan ruang bagian belakang dipergunakan untuk perempuan.

Di ruang tengah merupakan ruang panjang terdapat beberapa banyak kursi kayu dan meja. Ruang tengah merupakan tempat para pejuang aceh biasa rapat dan memikirkan strategi perang. Kamar yang ditempati cut nyak dien sebagai kamar tidur dihiasi tirai berwarna kuning mewah pada tempat tidurnya. Di bagian depan rumah cut nyak dien terdapat sumur dengan ketinggian 2 meter. Sumur tersebut dibangun dengan tinggi agar air dalam sumur tidak diracun oleh belanda.

Anda juga dapat melihat foto silsilah dari cut nyak dien dan beberapa foto lain tentang perjuangan cut nyak dien. Selain itu anda dapat melihat senjata rencong juga dipamerkan disana. Anda juga akan ditemani oleh guide yang akan membimbing anda dan menjelaskan banyak hal terkait rumah cut nyak dien. Bangunan ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya provinsi Aceh yang harus dijaga dan dilestarikan.

Pada zaman dahulu, rumah panggung tersebut merupakan hadiah yang diberikan Belanda kepada Teuku Umar, suami cut nyak dien. Rumah cut nyak dien yang kini anda lihat merupakan rumah replika dari rumah cut nyak dien yang asli karena rumah cut nyak dien sudah dibumihanguskan oleh pihak Belanda pada tahun 1896. Pemerintah Indonesia kemudian membangun kembali rumah cut nyak dien dengan bentuk yang sama pada tahun 1987.

Harga Tiket Masuk Rumah Cut Nyak Dien

Rumah cut nyak dien ini juga berfungsi sebagai museum cut nyak dien. Anda dapat menambah wawasan mengenai pahlawan dan perjuangan jaman penjajahan. Wisata ke rumah cut nyak dien cocok dijadikan wisata edukasi terutama bagi anak agar mengenal lebih jauh pahlawan pada masa penjajahan. Wisata ini juga sangat murah sehingga cukup banyak dikunjungi masyarakat terutama akhir pekan.

Tertarik untuk mengunjunginya? Jam buka untuk rumah cut nyak dien adalah jam 09.00 hingga 17.00. Tiket masuknya hanya sebesar Rp 5000. Harga tersebut diberlakukan sama untuk hari kerja dan hari libur. Biaya ini juga dikenakan per orang tanpa ada batasan usia.

Rumah cut nyak dien terletak di Lampisang, Peukan Bada, Aceh Besar. Untuk mencapai lokasi tersebut, jika anda memulai perjalanan dari Banda aceh, anda akan menempuh jarak sekitar 10km dengan kendaraan bermotor. Namun tenang saja rumah cut nyak dien berlokasi di pinggir jalan raya sehingga mudah untuk ditemukan.

Dengan mengunjungi rumah cut nyak dien, anda dapat mengenang jasa pahlawan serta mempelajari sejarah perjuangan bangsa pada jaman penjajahan. Tentu anda dapat menambah ilmu pengetahuan sekaligus berwisata. Wisata anda akan semakin variatif dengan pengalaman-pengalamanayang berbeda.