Wisata

Harga Tiket Masuk Benteng Iskandar Muda dan Benteng Indra Patra Aceh

Advertisement

Harga Tiket Masuk Benteng Iskandar Muda dan Benteng Indra Patra Aceh Terbaru 2019 – Aceh berperan penting dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara serta menjadi menjadi awal penyebaran Islam di Indonesia. Oleh karena alasan sejarah tersebut, akhirnya Aceh memiliki otonomi yang diatur tersendiri sehingga membedakan Aceh dengan kebanyakan provinsi lain di Indonesia.

Tiket Masuk Benteng Iskandar Muda dan Benteng Indra Patra Aceh

Kota Banda Aceh sebagai ibukota dari provinsi Aceh merupakan pintu gerbang utara dari Pulau Sumatra. Pada tahun 2004 kota ini sempat dilanda bencana tsunami. Meskipun begitu, Kota Banda Aceh saat ini telah bangkit dan menjadi lebih cantik. Anda dapat menemukan banyak sekali destinasi wisata yang dapat Anda kunjungi.

Untuk menuju Banda Aceh, Anda memiliki beberapa opsi yang dapat disesuaikan dengan budget Anda, mulai dengan menggunakan pesawat, bus, ataupun kapal. Selain itu, Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Malahayati, keduanya sama-sama berlokasi tidak jauh dari Banda Aceh sehingga akan memudahkan Anda untuk menuju ke Kota Banda Aceh.

Kota Banda Aceh merupakan salah satu kota di Indonesia yang menjadi saksi akan sejarah nusantara. Sejarah tersebut kemudian diabadikan oleh masyarakat Aceh dalam sebuah bukti fisik. Beberapa bukti sejarah yang dimiliki Kota Banda Aceh antara lain peninggalan-peninggalan masa kerajaan, pusat perdagangan maritim, hingga tragedi tsunami yang terjadi pada 2004 silam.

Harga Tiket Masuk Benteng Iskandar Muda dan Benteng Indra Patra

Dengan latar belakang sejarah yang beragam, Ibu kota provinsi Aceh ini selanjutnya menawarkan berbagai wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi. Beberapa di antaranya adalah Benteng Iskandar Muda dan Benteng Indra Patra. Kedua situs menarik ini bisa Anda kunjungi tanpa mengeluarkan sepersen uang pun alias gratis.

Objek wisata peninggalan sejarah Benteng Iskandar Muda berlokasi di Desa Brandeh Krueng Raya, Aceh Besar, Aceh. Cagar budaya di pesisir pantai laut Selat Malaka ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada abad ke-16 guna melindungi wilayah kekuasaannya dari serangan Portugis dan Belanda.

Benteng Iskandar muda merupakan salah satu titik sejarah masuk ke dalam trail Aceh Lhee Sagoe atau tiga kerajaan Hindu yang meliputi Banda Aceh dan Aceh Besar. Sejarah mencatat, benteng ini pernah digunakan Laksamana Malahayati guna menahan serangan armada Portugis dari Selat Malaka. Malahayati merupakan laksamana perempuan yang tangguh dan terkenal ke seluruh pelosok dunia. Selain itu, beliau juga merupakan laksamana yang disegani oleh lawan-lawannya.

Sewaktu Tsunami menerjang Aceh pada 2004, benteng ini mengalami sedikit kerusakan. Kerusakan ini dapat diamati dari warna yang sangat kontras pada beberapa bagian dinding yang telah direnovasi. Benteng ini memiliki bentuk persegi empat dengan luas sebsar sekitar 70 meter persegi dan dengan ketinggian 4 meter serta dengan ketebalan dinding sekitar 2 meter. Benteng ini dibangun di pinggir sungai Krueng Raya.

Di dalam bangunan benteng yang unik ini terdapat bebatuan berbentuk lorong kecil yang terbuat dari beton kapur. Benteng ini selanjutnya merupakan situs penting bagi masyarakat Aceh karena di dalamnya terdapat kisah perlawanan, pemberontakan, intrik, dan kepahlawanan.

Selanjutnya, Benteng Indra Patra yang berlokasi di Krueng Raya, Baet, Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Benteng ini merupakan sebuah benteng dengan corak Hindhu. Benteng ini pada awalnya digunakan sebagai bangunan pertahanan dari penyerangan musuh ke dalam wilayah Aceh.

Benteng ini dibangun pada masa sebelum masa kerajaan Islam yaitu pada masa Kerajaan Lamuri yang merupakan kerajaan Hindu di Aceh. Pada abad ke-17 sudah banyak aktivitas perdagangan antarnegara akhirnya memicu kekhawatiran akan adanya serangan-serangan dari bangsa yang ingin merebut wilayah Aceh. Oleh karena itu, selanjutnya benteng ini pernah digunakan sebagai tempat pertahanan dari serangan Portugis yang menyerang ke dalam wilayah Aceh.

Benteng Indra Patra yang terletak 19 kilometer dari Kota Banda Aceh ini memiliki luas 70 × 70 meter dan pada awalnya memiliki tiga bangunan benteng. Akan tetapi, saat ini hanya tersisa dua bangunan dengan dua stupa. Setelah kerajaan Hindu runtuh, benteng ini tetap digunakan sebagai bangunan pertahanan dari musuh oleh Sultan Iskandar Muda dan Laksamana Malahayati.

Jika Anda tertarik mengunjungi Benteng Iskandar Muda, maka Anda dapat berkunjung pada pukul 07.00 hingga 18.00 sementara untuk Benteng Indra Patra buka di jam yang sama dengan Benteng Iskandar Muda namun tutup lebih awal satu jam yaitu pada pukul 17.00. Kedua benteng ini merupakan pilihan destinasi yang murah karena Anda tidak dipungut biaya ketika berkunjung ke kedua benteng tersebut.

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker