Wisata

Harga Tiket Masuk Istana Siak Riau

Advertisement

Harga Tiket Masuk Istana Siak Riau Terbaru 2019 – Jika Anda sedang berkunjung ke Riau, maka Anda juga harus mengunjungi Istana Siak Sri Inderapura yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Riau. Istana ini berada di Kabupaten Siak. Istana Siak akan membawa Anda pada kenangan dizaman kesultanan yang sekaligus memberi rasa penasaran untuk mengetahui bagaimana k

Harga Tiket Masuk Istana Siak Riau
Istana Siak

ediaman seorang sultan saat itu. Karena di tempat ini terdapat banyak peninggalan di masa kerajaan Siak zaman dulu.

Istana Siak Sri Inderapura memiliki nama lain yaitu Istana Matahari Timur atau Istana Asserayah Hasyimiah. Istana ini adalah peninggalan dari Kesultanan Siak Sri Inderapura yang kemudian dijadikan kediaman resmi dari para Sultan Siak.

Dimulainya pembangunan Istana Siak adalah pada tahun 1889 tepatnya pada masa kekuasaan Sultan Syarif Hasyim dan selesai dibangun pada tahun 1893. Sultan terakhir yang menghuni Istana Siak adalah Sultan Syarif Hasyim II. Kemudian beliau menyerahkan kerajaan ini kepada pemerintahan Indonesia pada saat Indonesia merdeka.

Kompleks istana ini berada di tanah seluas 32.000 meter persegi. Dalam kompleks istana ada 4 istana, antara lain Istana Siak, Padjang, Lima, dan Istana Baroe. Luas Istana Siak sendiri adalah 1.000 meter persegi. Arsitektur Istana Siak mengusung corak Arab, Eropa, dan Melayu. Terdapat berbagai pernak-pernik di ruang Istana Siak, yang langsung diimpor dari Arab dan Eropa. Hal inilah yang membuat istana ini tampak megah.

Bangunan Istana Siak terdiri dari dua lantai. Lantai pertama terdiri dari enam ruangan, yaitu ruang tunggu para tamu, ruang tamu perempuan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu kehormatan, ruang sidang, dan satu ruang yang ada dibagian samping kanan adalah ruang sidang kerajaan yang juga bisa digunakan sebagai ruang pesta.

Kini, pada setiap ruangnya tersebut diilustrasikan dengan berbagai patung yang dipasangi pakaian khas Melayu untuk menggambarkan keadaan tamu kala itu. Lantai kedua memiliki sembilan ruangan yang memiliki fungsi sebagai tempat istirahat para sultan dan para tamu lainnya.

Di dalam Istana Siak, dipajang berbagai pernak-pernik antik yang merupakan peninggalan para sultan, mulai dari piring antik, gromofon, dan foto para sultan yang pernah menjabat. Semua barang peninggalan tersebut juga terjaga dengan baik agar tetap baik dan awet.

Benda lain yang tersimpan di Istana Siak dan menyita banyak perhatian adalah adanya cermin ajaib bernama Ratu Agung. Cermin tersebut merupakan milik permaisuri sultan. Cerita mitos juga meliputi cermin tersebut, konon seseorang yang sering menggunakan cermin tersebut maka wajahnya akan semakin rupawan dan awet muda.

Selain kedua lantai tersebut, dibagian puncak bangunan ada enam patung burung elang yang melambangkan keberanian istana. Kemudian dibagian halaman istana terdapat delapan meriam yang tersebar diberbagai sisi. Sedangkan di belakang istana bagian kiri, berdiri sebuah bangunan kecil yang dulunya berfungsi sebagai penjara sementara.

Objek wisata Istana Siak dibuka setiap hari. Untuk Hari Senin-Sabtu, tempat ini dibuka dari pukul 08.00 hingga pukul 15.00. Sedangkan untuk Hari Minggu, tempat ini akan dibuka pukul 08.00 dan baru ditutup pukul 16.00.

Harga Tiket Masuk Istana Siak

Untuk merasakan sensasi berwisata di Istana Siak, ada biaya tiket masuk yang diberlakukan. Tiket masuk untuk anak-anak dihargai sebesar Rp 5.000, sedangkan untuk dewasa harus membayar Rp 10.000. Khusus wisatawan mancanegara akan dikenai tarif yang sedikit berbeda, yaitu Rp 15.000 untuk anak-anak dan Rp 20.000 untuk dewasa.

Letak Kabupaten Siak langsung berbatasan dengan Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Pelalawan. Diperlukan waktu sekitar 2 jam perjalanan untuk sampai di Istana Siak jika Anda dari kota Pekanbaru. Perjalanan bisa ditempuh dengan 2 alternatif transportasi yaitu transportasi darat dan laut. Rute jika memakai transportasi air adalah dari Bandara Sultan Syahrir Qasim kemudian ke Pelabuhan Sungai Duku, dan bisa dilanjutkan dengan speed boat.

Sedangkan rute jika menggunakan transportasi darat adalah melalui lintas timur Pelalawan, Minas, kemudian Maredan dan terakhir Perawang. Mobilisasi yang bisa digunakan juga beragam mulai dari kendaraan dari jasa umum maupun kendaraan pribadi, baik roda dua atau roda empat.

Bagaimana, tertarik untuk menapak tilas era kesultanan di Riau? Mengunjungi Istana Siak bisa menjadi solusinya.

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker