Wisata

Harga Tiket Masuk Waruga Sawangan Manado Terbaru

Advertisement

Harga Tiket Masuk Waruga Sawangan Manado Terbaru – Provinsi Sulawesi Utara tidak hanya dikenal karena wisata alamnya saja. Namun Sulawesi Utara juga menyimpan berbagai peninggalan sejarah yang kemudian dikembangkan menjadi destinasi wisata. Salah satu destinasi wisata yang merupakan situs peninggalan sejarah adalah Waruga Sawangan.

Waruga Sawangan Manado

Apabila penduduk di Tanah Toraja mempunyai tradisi yang khas terkait pemakaman, maka penduduk Sulawesi utara khususnya Suku Minahasa dahulu kala juga melakukan tradisi yang unik dan sakral terkait pemakaman. Tradisi tersebut adalah dengan menguburkan orang yang telah wafat ke dalam suatu wadah yang disebut waruga.

Situs waruga ini berada di Kabupaten Minahasa Utara, yaitu di Desa Sawangan, Kecamatan Airmadidi. Sebenarnya Anda dapat melihat waruga tidak hanya di Desa Sawangan saja. Karena waruga juga banyak terdapat diberbagai daerah di Sulawesi Utara, apalagi di Tanah Minahasa. Namun yang membedakan Desa Sawangan dengan tempat lainnya adalah jumlah waruga yang sangat banyak dengan bentuk yang berbeda-beda dan terkumpul dalam satu wilayah.

Situs yang berada di ketinggian 235 meter di atas permukaan laut tersebut telah tertata rapi dan terkonsentrasi atau terkumpul di dalam suatu kompleks. Lebih tepatnya terletak di lahan penduduk, yaitu di belakang perumahan. Seluruh waruga tersebut berada di lahan seluas sekitar 1.363 meter persegi. Di sekitar kawasan waruga dilengkapi dengan zona penyangga yang memiliki luas sekitar 6.313 meter persegi.

Luas total keseluruhannya adalah sekitar 7.676 meter persegi, termasuk adanya lahan kosong di belakang kawasan waruga dan jalan masuk menuju kawasan waruga. Di luar zona penyangga dan zona inti ada lahan dengan luas kira-kira 1.295 meter persegi. Di lahan tersebut berdiri sebuah museum yang berbentuk rumah adat Minahasa, aula, taman, WC, dan lahan parkir.

Sebagai kuburan bagi penduduk Minahasa Kuno, waruga terbuat dari batu berongga yang berbentuk segi empat dengan tinggi sekitar 1 meter. Jasad yang dimasukkan ke dalam waruga diletakkan dalam posisi duduk. Kemudian di atas waruga ada sebuah cungkup batu yang digunakan sebagai penutup.

Di tempat ini setidaknya ada 144 buah waruga. Satu waruga biasanya dapat digunakan sebagai batu kubur bagi satu keluarga. Jadi satu waruga biasa digunakan untuk memuat 12 jasad. Informasi mengenai jumlah jasad tersebut dapat dilihat dari jumlah garis yang diukir pada cungkup waruga.

Masing-masing waruga memiliki bentuk dan ukiran yang berbeda. Ukiran yang ada pada waruga melambangkan pekerjaan atau status sosial yang dimiliki jasad dalam waruga tersebut semasa hidup. Beberapa ukiran juga ada yang menggambarkan dari mana orang (jasad dalam waruga) tersebut berasal.

Ukiran yang berbentuk orang melambangkan bahwa jasad dalam waruga tersebut dulunya adalah seorang pemimpin atau disebut juga dotu. Ukiran yang berbentuk sapi melambangkan bahwa jasad dalam waruga tersebut dulunya adalah seorang pemburu. Ada juga ukiran yang menggambarkan bahwa di dalam waruga tersebut posisi jari tangan perempuan dalam keadaan mengepal, sedangkan jari tangan laki-laki dalam keadaan saling mengunci.

Dari 144 waruga tersebut, hanya 31 waruga yang dapat diidentifikasi. Waruga tertua yang ada di Desa Sawangan ini konon sudah berdiri sejak tahun 800 Masehi.

Di seberang kawasan Situs Waruga Sawangan, berdiri sebuah museum. Museum tersebut mengoleksi benda-benda perbekalan yang dulunya diletakkan ke dalam waruga oleh keluarga yang ditinggalkan.

Harga Tiket Masuk Waruga Sawangan, Manado

Wisata Situs Waruga Sawangan dibuka mulai pukul 08.00 sampai pukul 17.00. Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 3.000, Anda sudah bisa memasuki kawasan situs Waruga Sawangan.

Untuk sampai di Situs Waruga Sawangan, memerlukan waktu sekitar 1 saja jika diukur dari pusat kota Manado. Ada juga angkutan umum yang bisa digunakan untuk ke sana. Berangkat dari Terminal Paal Dua, pilihlah trayek Airmadidi. Setelah itu perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan ojek.

Situs Waruga Sawangan yang menjadi situs purbakala bersejarah ini tentunya sayang untuk tidak dikunjungi jika Anda sedang berada di Manado. Karena situs Waruga Sawangan ini memberikan kesan berbeda, yang kental dengan nilai sejarah dan kebudayaan. Tapi jangan lupa, jika berkunjung ke tampat ini tetaplah menjaga warisan nenek moyang kita yang berharga ini.

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker